Pada konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Duta Besar (Dubes) Jepang untuk ASEAN Yonetani Koji mengatakan bahwa batu bara masih menjadi bagian penting dari bauran energi di wilayah ASEAN. Ia menambahkan bahwa peran ini juga diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan, sehingga perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara negara-negara ASEAN untuk meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara.

Menurut data yang dikumpulkan oleh ASEAN Centre for Energy (ACE), kontribusi batu bara terhadap produksi energi di wilayah ASEAN mencapai 34,3% pada tahun 2020. Dengan demikian, batu bara menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan oleh negara-negara ASEAN.

Dubes Jepang juga menekankan pentingnya transisi energi di wilayah ASEAN, serta peran batu bara dalam proses tersebut. Ia mengatakan bahwa batu bara dapat berperan sebagai sumber energi cadangan yang aman dan reliabel, sehingga perlu adanya kerja sama antara negara-negara ASEAN untuk meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara.

Selain itu, Dubes Jepang juga menambahkan bahwa transisi energi di wilayah ASEAN tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga pada peningkatan keamanan dan stabilitas energi. Ia mengatakan bahwa ASEAN Centre for Energy (ACE) telah melakukan sejumlah usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara, termasuk melalui program bantuan teknis dan kemitraan bisnis.

Dalam beberapa tahun ke depan, ASEAN Centre for Energy (ACE) juga berencana untuk meningkatkan peran batu bara dalam transisi energi di wilayah ASEAN. Ia mengatakan bahwa ASEAN Centre for Energy (ACE) akan terus melakukan kemitraan bisnis dengan negara-negara ASEAN dan organisasi internasional lainnya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara.

**#TransisiEnergi #ASEAN #BatuBara**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *