—————————————————-

Prof. Lilik Sutiarso, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), berpendapat bahwa evaluasi beras fortifikasi oleh pemerintah sangat penting dalam menjaga integritas sistem pangan Indonesia. Evaluasi tersebut harus dilakukan dengan cermat dan objektif untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari kegiatan fortifikasi terhadap kualitas beras dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas beras melalui program fortifikasi. Program ini bertujuan untuk menambahkan nutrisi pada beras sehingga menjadi lebih bergizi dan sehat bagi konsumen. Namun, evaluasi yang dilakukan oleh Prof. Lilik Sutiarso menunjukkan bahwa langkah pemerintah dalam melakukan evaluasi masih perlu diperbaiki.

“Jika evaluasi tidak dilakukan dengan cermat, maka kualitas beras dapat terkorupsi dan akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Prof. Lilik Sutiarso. “Kami memerlukan data yang akurat dan objektif untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari program fortifikasi terhadap beras dan masyarakat.”

Prof. Lilik Sutiarso juga menambahkan bahwa evaluasi harus dilakukan dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat membantu menentukan apakah program tersebut efektif atau tidak. “Evaluasi harus dilakukan dengan cara yang sistematis dan objektif, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan organisasi kemasyarakatan,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas beras melalui program fortifikasi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti masalah logistik dan distribusi, serta kebutuhan akan data yang akurat dan objektif.

—————————————————-

#EvaluasiBeras #Pangan #KesejahteraanMasyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *