Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers’ Meeting) di mana Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu dengan peserta lainnya telah berakhir, meninggalkan jejak keberhasilan dalam merealisasikan visi perdagangan yang lebih transparan dan adil. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mendag telah menginisiasikan percepatan perdagangan berbasis aturan untuk UMKM (Usaha Kecil Menengah) di BRICS.
Menurut Budi Santoso, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan UMKM dalam menghadapi persaingan global. “Kita ingin membantu UMKM menjadi lebih kuat dan responsif terhadap perubahan pasar,” katanya. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan mempromosikan perdagangan yang lebih transparan dan adil di BRICS.
Dalam pertemuan tersebut, Mendag telah mengadakan diskusi dengan peserta lainnya untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor perdagangan. “Kita berdiskusi tentang bagaimana kita dapat bekerja sama lebih baik dalam merealisasikan visi perdagangan yang lebih transparan dan adil,” kata Budi Santoso.
Pada pertemuan tersebut, juga diadakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) antara BRICS dan beberapa negara lainnya untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor perdagangan. “Kita ingin mempromosikan perdagangan yang lebih transparan dan adil di BRICS,” kata Budi Santoso.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan UMKM, Mendag juga telah menginisiasikan beberapa program dan kegiatan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitasnya. “Kita ingin membantu UMKM menjadi lebih kuat dan responsif terhadap perubahan pasar,” kata Budi Santoso.
Dalam perkembangan terkini, Mendag juga telah mengadakan diskusi dengan beberapa pihak untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor perdagangan. “Kita berdiskusi tentang bagaimana kita dapat bekerja sama lebih baik dalam merealisasikan visi perdagangan yang lebih transparan dan adil,” kata Budi Santoso.
**#BRICS #PerdaganganBerbasisAturan #UMKM**