Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Muhammad Syaroni Rofii, mengungkapkan bahwa energi menjadi sektor yang sangat krusial bagi kemajuan negara. Ia menilai bahwa Indonesia harus lebih memperkuat sektor energinya untuk mencapai tujuan pengembangan ekonomi dan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan, namun hal tersebut tidak serta merta menjamin kesadaran energi. Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada 2020, Indonesia mengonsumsi sekitar 1,2 juta barel minyak per hari. Hal ini menunjukkan bahwa negara memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap sumber energi.
Penggunaan energi fosil seperti minyak dan batu bara di Indonesia juga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, sehingga meningkatkan risiko perubahan iklim. Oleh karena itu, Syaroni Rofii menyarankan agar pemerintah segera mengembangkan strategi untuk memperkuat sektor energi, seperti meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan efisiensi.
Selain itu, penggunaan teknologi berbasis renewable energy seperti solar power dan wind power juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih independen dalam memenuhi kebutuhan energinya serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Indonesia seharusnya menjadi pemain penting di industri energi terbarukan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu diadakan inovasi dan investasi yang signifikan untuk memperkuat sektor energi.
**#EnergiRenewable #Sustainability #IndonesiaDevelopment**