2
Pemerintah Indonesia dan Jerman secara resmi memperkuat kerja sama pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta vokasi. Kesepakatan ini dikukuhkan melalui pertemuan antara Menteri Energi Indonesia, Arifin Tasli, dan Menteri Lingkungan Jerman, Svenja Schulze, di Jakarta. Melalui kerja sama ini, kedua negara berencana untuk meningkatkan pengembangan EBT dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program pengembangan energi yang ramah lingkungan.
Kerja sama ini diperkuat setelah sebelumnya pemerintah Indonesia dan Jerman telah melakukan beberapa kesepakatan terkait pengembangan EBT, seperti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2020. Dalam MoU, kedua negara bersepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan teknologi EBT, pengelolaan energi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan EBT menjadi prioritas dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target Paris Agreement. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jerman berharap dapat meningkatkan potensi pengembangan EBT di Indonesia, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terkait dengan pengembangan EBT.
Selain itu, kerja sama ini juga berfokus pada pengembangan vokasi, yakni pengembangan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan energi. Melalui program-program pengembangan vokasi, Indonesia dan Jerman berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan EBT, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola energi secara lebih efisiensi.
Dalam kesempatan ini, Menteri Energi Indonesia, Arifin Tasli, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan pengembangan EBT di Indonesia. “Kerja sama ini akan membantu meningkatkan pengembangan EBT di Indonesia, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan energi,” kata Tasli.
#EnergiBaruDanTerbarukan #KerjaSamaIndonesiaJerman #PengembanganEBT