Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China pada Jumat (28/8) menyebutkan bahwa negara itu merilis pedoman etika untuk pencitraan medis berbasis Artificial Intelligence (AI). Pedoman ini bertujuan menjadi contoh bagi industri medis dan teknologi di China, serta meningkatkan keamanan dan keberkelanjutan penggunaan teknologi AI dalam bidang medis.

Menurut keterangan resmi, pedoman etika ini dibuat untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat timbul dari penggunaan teknologi AI dalam pencitraan medis. Pedoman ini juga bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan teknologi AI dalam industri medis, serta memastikan bahwa teknologi ini digunakan dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai etika dan hukum.

Dalam pedoman etika ini, China juga memuatkan aturan tentang keterlibatan manusia dalam penggunaan teknologi AI, serta perlindungan data pribadi pasien. Hal ini menunjukkan bahwa China sangat peduli dengan keamanan dan keberkelanjutan penggunaan teknologi AI dalam industri medis.

Terkait dengan hal ini, berbagai industri dan organisasi di China segera menyiapkan diri untuk menerapkan pedoman etika ini. Hal ini menunjukkan bahwa China sangat peduli dengan keamanan dan keberkelanjutan penggunaan teknologi AI dalam industri medis, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan teknologi AI.

Dengan rilis pedoman etika ini, China dapat menjadi contoh bagi industri medis dan teknologi di dunia, serta meningkatkan keamanan dan keberkelanjutan penggunaan teknologi AI dalam bidang medis. Hal ini juga menunjukkan bahwa China sangat peduli dengan keamanan dan keberkelanjutan penggunaan teknologi AI dalam industri medis, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan teknologi AI.

**#ArtificialIntelligence #MedicalImaging #Ethics #China**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *