Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan ada tiga kabupaten dan 15 kecamatan di Lampung dan Banten yang terdampak erupsi Anak Krakatau. Berdasarkan data BNPB, wilayah-wilayah yang terdampak terdiri dari Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pringsewu, dan Kabupaten Lampung Selatan di Lampung, serta Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang di Banten.
Erupsi Anak Krakatau yang terjadi pada Selasa (14/12) lalu telah mengakibatkan berbagai dampak bagi penduduk setempat. Selain itu, erupsi tersebut juga telah mengganggu aktivitas penduduk di beberapa daerah. Kondisi lingkungan sekitar erupsi juga telah berubah, sehingga beberapa wilayah telah mengalami penurunan kualitas udara dan air.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak erupsi. Langkah-langkah tersebut meliputi pengangkatan korban, penyediaan bantuan, serta penilaian kembali infrastruktur yang rusak. Selain itu, pemerintah juga telah meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di masa depan.
Masyarakat setempat juga telah berpartisipasi dalam upaya mengatasi dampak erupsi. Mereka telah berbagi informasi dan bantuan untuk korban, serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penghimpunan bantuan.
Namun, perlu diingat bahwa erupsi Anak Krakatau masih tetap dalam tahap aktif, sehingga masyarakat di sekitar wilayah-wilayah yang terdampak diharapkan dapat tetap waspada dan berhati-hati.
#BNPB #AnakKrakatau #Eruption #Lampung #Banten