_____________________________________________________

PGN Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengkhawatirkan aktivitas penimbunan lahan di sekitar pipa gas Sumatra yang dapat mengganggu operasional pipa gas tersebut. Kegiatan penimbunan lahan tersebut telah mengarah pada penyebaran gas yang tidak terkontrol, sehingga PGN Batam khawatir akan dampak yang tidak diinginkan terhadap operasional pipa gas.

Menurut sumber, aktivitas penimbunan lahan telah terjadi di beberapa titik sepanjang pipa gas Sumatra, dengan luas area yang ditimbun mencapai ratusan meter persegi. PGN Batam telah mengirimkan tim survey ke lokasi untuk mengevaluasi dampak aktivitas penimbunan lahan tersebut.

“Kami khawatir bahwa aktivitas penimbunan lahan tersebut dapat mengganggu operasional pipa gas, sehingga kami berencana untuk mengembangkan sistem deteksi awal yang lebih baik untuk mencegah terjadinya insiden,” kata seorang perwakilan PGN Batam.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada penyediaan gas sebagai sumber energi, PGN Batam berkomitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan operasional pipa gas. Oleh karena itu, perusahaan tersebut akan terus berupaya untuk mencegah terjadinya insiden yang dapat berakibat buruk.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah tersebut, PGN Batam juga telah berdiskusi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah setempat, untuk mencari solusi yang lebih efektif. “Kami ingin mencari cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga kami dapat terus beroperasi dengan aman dan efektif,” kata perwakilan PGN Batam lagi.

Pada akhirnya, PGN Batam berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah aktivitas penimbunan lahan, sehingga operasional pipa gas Sumatra dapat terus berjalan dengan aman dan efektif.

#PGNBatam #PipaGasSumatra #KeselamatanOperasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *