Dewan Pakar Badan Pembinaa Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menilai, Presiden Joko Widodo berusaha menghidupkan semangat nasionalisme Indonesia dengan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS (BRAZIL, RUSSIA, INDIA, CHINA, SOUTH AFRICA).
Pada pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo membawa gagasan “Bandung Spirit” sebagai simbolik perjuangan dan keterkaitan Indonesia dengan dunia internasional. “Bandung Spirit” adalah gerakan anti-kolonialisme dan anti-imperialisme yang dimulai pada tahun 1955 dan telah menjadi simbolik kemerdekaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa “Bandung Spirit” bukan hanya tentang nasionalisme, tapi juga tentang solidaritas dan kerja sama antar-negara. Ia berharap agar “Bandung Spirit” dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara BRICS untuk bekerja sama dan menghadapi tantangan global bersama.
Dalam pertemuan KTT BRICS, Presiden Joko Widodo juga berdiskusi dengan para pemimpin negara lain tentang isu-isu strategis dan global, termasuk perlindungan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan perlindungan hak asasi manusia.
Menurut Darmansjah Djumala, “Bandung Spirit” juga dapat menjadi simbolik keterkaitan Indonesia dengan BRICS, karena semua negara ini memiliki tujuan dan misi yang sama dalam menghadapi tantangan global. Ia berharap agar “Bandung Spirit” dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara BRICS untuk bekerja sama dan menghadapi tantangan global bersama.
**#BRICS #BandungSpirit #Nasionalisme**