Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini mengatakan, PB Mathla’ul Anwar berdiri di belakang ketegasan pemerintah dalam menolak gagasan Israel Houghton. “Kami mengapresiasi dan mendukung keputusan pemerintah dalam menolak gagasan yang diyakini dapat mengganggu stabilitas dan harmonisasi umat beragama,” kata Jazuli Juwaini dalam keterangan resmi.
Dalam pertemuan dengan para pengurus, Jazuli Juwaini menjelaskan bahwa gagasan Israel Houghton tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami berpikir bahwa gagasan itu dapat membagi umat beragama dan mengganggu keharmonisan,” kata Jazuli Juwaini.
PB Mathla’ul Anwar juga mendukung pemerintah dalam menolak gagasan tersebut karena diyakini dapat mengganggu stabilitas dan keamanan negara. “Kami berpikir bahwa pemerintah harus berpegang pada nilai-nilai keamanan dan kestabilan negara,” kata Jazuli Juwaini.
Dalam keterangan resmi, PB Mathla’ul Anwar juga mengimbau agar umat beragama berpartisipasi aktif dalam menolak gagasan tersebut. “Kami berpikir bahwa umat beragama harus berpartisipasi aktif dalam menolak gagasan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Jazuli Juwaini.
PB Mathla’ul Anwar berharap gagasan Israel Houghton tidak akan menjadi salah satu faktor yang mengganggu stabilitas dan keamanan negara. “Kami berpikir bahwa pemerintah dan umat beragama harus berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai ancaman dan gangguan,” kata Jazuli Juwaini.
**#PertahananNegara #StabilitasUmat #HarmonisasiBeragama**