Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Sabtu (18/4) mengatakan gencatan senjata dengan Israel harus berarti penghentian pelanggaran. Dalam pidato yang disampaikan di Beirut, Lebanon, Qassem mengawali bahwa “gencatan senjata adalah langkah penting” namun tetap meminta agar Israel segera menghentikan pelanggaran dan menyelesaikan persoalan Palestina.
Qassem juga mengingatkan bahwa gencatan senjata hanya akan efektif jika diikuti dengan tindakan yang sesuai. “Kita tidak ingin menjadi korban politik,” katanya. Selama lebih dari sebulan, Israel dan Hizbullah telah berbagi ruang untuk dialog, tetapi tidak ada penyelesaian yang ditemukan.
Namun, Qassem juga menekankan bahwa Hizbullah siap untuk melindungi kepentingan Lebanon dan Palestina. “Kita akan terus menjaga wilayah kami dan akan berperang jika perlu,” katanya. Gencatan senjata dengan Israel telah menjadi isu yang sensitif di Lebanon, setelah beberapa tahun pengalaman pelanggaran oleh Israel.
Sejak 2006, Israel dan Hizbullah telah memiliki hubungan yang kompleks. Pada tahun 2010, gencatan senjata sementara diterapkan namun kemudian diakhiri. Kini, pihak-pihak tersebut kembali berbagi ruang untuk dialog dan penyelesaian.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel dan Hizbullah telah melakukan beberapa pertemuan diplomatik. Pada Jumat (17/4), perwakilan Lebanon dan Israel bertemu di Geneva untuk membahas tentang situasi di Timur Tengah.
Namun, tidak ada penyelesaian yang jelas ditemukan. Kini, Lebanon dan Palestina masih menunggu kemudian keputusan Israel. Apakah gencatan senjata ini akan berhasil ataukah hanya menjadi langkah awal menuju kekerasan?
#GencatanSenjata #Hizbullah #Israel #Palestina