Massa yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil telah melakukan aksi damai transisi berkeadilan di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Indonesia (ESDM) untuk menekankan pentingnya mengubah paradigma energi fosil menuju sumber daya bersih dan berkelanjutan. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi tahunan, yang jatuh pada tanggal 22 April.

Dalam acara tersebut, peserta menampilkan bendera-bendera dengan gambaran iconik tentang lingkungan dan energi serta membawakan lagu-lagu yang berisi pesan-pesan kepedulian terhadap alam. Selain itu, mereka juga melakukan pengumpulan tandatangan petisi online yang menuntut pemerintah untuk segera mengalihkan fokus pada pengembangan energi bersih dan terbarukan.

Menurut data, Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada energi fosil, yang merupakan salah satu penyebab polusi udara dan perubahan iklim. Oleh karena itu, aksi damai ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengubah perilaku dan mengambil langkah-langkah untuk menghadapi masa depan.

Pemerintah juga diharapkan dapat lebih proaktif dalam mengembangkan energi bersih dan terbarukan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memantau polusi udara dan perubahan iklim. Dengan demikian, aksi damai ini dapat menjadi langkah awal untuk mencapai transisi berkeadilan menuju masa depan yang lebih baik.

Banyak organisasi non-pemerintah dan masyarakat sipil telah ikut serta dalam aksi ini, termasuk Greenpeace Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, dan Indonesian Environmental Coalition. Mereka berharap bahwa aksi ini dapat menjadi momentum bagi perubahan kebijakan pemerintah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghadapi perubahan iklim.

**#EnergiBersih #TransisiBerkeadilan #HariBumi**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *