Pakar hubungan internasional Dinna Prapto Raharja meminta pemerintahan Indonesia untuk lebih substantif memperkuat multilateralisme sebagai bagian dari strategi diplomasi negara. Menurutnya, menguatkan multilateralisme dapat membantu meningkatkan kepentingan nasional dan meneguhkan posisi RI di tingkat internasional.
Dalam wawancara dengan portal berita online, Dinna menjelaskan bahwa multilateralisme sangat penting bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. “Indonesia perlu menjadi bagian dari blok yang lebih kuat dan stabil,” katanya. “Keterlibatan RI dalam organisasi internasional seperti ASEAN, APEC, dan UNESCO dapat membantu meningkatkan kepentingan nasional dan memperkuat posisi kita di tingkat global.”
Dinna juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif Indonesia dalam proses-proses multilateral. “Keterlibatan RI harus lebih substantif dan aktif,” katanya. “Indonesia perlu menjadi bagian dari inisiatif-inisiatif yang dapat membantu meningkatkan kepentingan nasional dan meneguhkan posisi kita di tingkat internasional.”
Meningkatkan multilateralisme juga dapat membantu Indonesia dalam menghadapi berbagai masalah global, seperti pemanasan bumi dan pandemi COVID-19. “Indonesia perlu menjadi bagian dari upaya-upaya global untuk menghadapi berbagai masalah ini,” katanya. “Dengan demikian, kita dapat meneguhkan posisi kita sebagai pemain yang aktif dan berpengaruh di tingkat internasional.”
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan multilateralisme. Misalnya, RI menjadi bagian dari inisiatif G20 dan ASEAN serta menginisiasi berbagai forum dialog dengan negara-negara lain.
Namun, Dinna menyoroti bahwa masih banyak yang perlu dilakukan oleh pemerintahan Indonesia untuk meningkatkan multilateralisme. “RI perlu melakukan lebih banyak upaya untuk meningkatkan multilateralisme,” katanya. “Kita harus menjadi bagian dari inisiatif-inisiatif yang dapat membantu meningkatkan kepentingan nasional dan meneguhkan posisi kita di tingkat internasional.”
**#Multilateralisme #Diplomasi #Indonesia**