Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta masyarakat tak lagi membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir dan kemunduran lingkungan. Ia berujar bahwa kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam, termasuk banjir.
Pramono menegaskan bahwa polusi air dan tanah dapat terjadi jika warga tidak membuang sampah dengan benar. “Kita harus lebih peduli terhadap lingkungan kita,” ujar Pramono dalam keterangan yang diterima. “Kalau kita tidak berhati-hati, maka lingkungan kita akan rusak dan kualitas air dan tanah kita akan menurun.”
Pramono juga mengingatkan masyarakat bahwa banjir bukan hanya masalah alamiah, tapi juga terkait dengan polusi air dan tanah. “Kita harus berpikir jauh ke depan dan tidak hanya menganggap banjir sebagai bencana yang terjadi secara tiba-tiba,” katanya.
Pemerintah DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Salah satu contoh adalah program “Sapotan” yang ditujukan bagi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap lingkungan mereka.
Dalam beberapa tahun belakangan, DKI Jakarta telah mengalami beberapa kali banjir yang menyebabkan kerugian besar. Oleh karena itu, Pramono berharap bahwa masyarakat dapat membuang sampah dengan benar dan lebih peduli terhadap lingkungan mereka untuk mengurangi risiko banjir.
**#Sapotan #KebersihanLingkungan #Banjir**