2

Psikolog klinis dan keluarga lulusan Program Studi Magister Psikologi Profesi Universitas Gadjah Mada, Pritta Tyas, memutuskan untuk berdiri di belakang Quinn Salman, seorang psikolog lainnya. Keduanya menginisiasi program “Cegah Adiksi Digital” yang bertujuan untuk membantu anak-anak dan remaja dalam menghadapi tantangan adiksi digital.

Menurut Pritta Tyas, program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya perlindungan jiwa generasi muda dalam era digital. “Kita harus bijak menghadapi teknologi dan media sosial yang kini sangat dominan dalam kehidupan anak-anak,” katanya.

Quinn Salman menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan jiwa, tetapi juga pada meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup seimbang. “Kita ingin membantu generasi muda untuk memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat bantu, bukan pengganti, kehidupan,” katanya.

Pritta Tyas dan Quinn Salman juga berencana untuk mengembangkan kurikulum khusus yang membahas adiksi digital. “Kita akan memberikan pelajaran tentang bagaimana cara berpatisi dengan teknologi, serta bagaimana cara menjaga kesadaran diri,” katanya.

Program “Cegah Adiksi Digital” ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menghadapi tantangan adiksi digital. Dengan demikian, generasi muda akan memiliki jiwa yang seimbang dan siap untuk menghadapi tantangan masa depan.

#AdiksiDigital #JiwaSeimbang #Pengembangan Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *