Hubungan Bilateral Filippina-China Dicemari oleh Larangan Beijing

______________________________________________________________________

Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina mengatakan bahwa sanksi yang diberikan oleh Beijing terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Gilberto C. Meno Jr. telah memperburuk hubungan bilateral antara kedua negara. Sanksi tersebut ditujukan sebagai balas dendam terhadap keputusan Filipina untuk membela hak asasi manusia di wilayah Spratly, yang juga dinyatakan sebagai milik China.

Menurut DFA, larangan Beijing terhadap Menhan Filipina adalah langkah yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip diplomatik dan hukum internasional. Hal ini telah meningkatkan ketegangan di antara kedua negara, sehingga memerlukan upaya keras untuk mengembalikan hubungan bilateral ke arah yang lebih stabil.

Sebelumnya, Beijing telah menyalahkan Filipina atas aksi-aksi militer di wilayah Spratly, yang diyakini sebagai bentuk perlindungan terhadap hak asasi manusia. Pemerintahan Filipina mengklaim bahwa aksi-aksi militer tersebut adalah untuk melindungi kepentingan nasional dan mempertahankan hak asasi manusia.

Hubungan bilateral antara Filippina-China telah menjadi makin rumit sejak tahun 2016, ketika Beijing mulai membangun infrastruktur di wilayah Spratly yang diyakini sebagai milik China. Pemerintahan Filipina menganggap hal ini sebagai bentuk agresi dan menolak klaim China atas wilayah tersebut.

Menurut sumber-sumber diplomatik, pemerintahan Filipina sedang berupaya keras untuk memulihkan hubungan bilateral dengan Beijing. Namun, langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Filipina masih belum diketahui.

______________________________________________________________________

#Filippina #China #HubunganBilateral #Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *