Purwakarta, Jawa Baru – Partai Gerindra mengkritik karya “Lalaki Langit” Bupati Purwakarta, Sugiat Santoso. Sebagai seorang pejuang kemasyarakatan, Santoso menyesalkan lagu yang dipublikasikan oleh Bupati Purwakarta dan memperingatkan untuk menjaga norma dan etika dalam berkarya.
Menurut beberapa sumber, “Lalaki Langit” adalah sebuah karya seni yang berisi puisi-puisi dan gambar-gambar yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Purwakarta. Namun, Sugiat Santoso menyalahkan lagu tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai kemasyarakatan dan etika.
“Karya ‘Lalaki Langit’ Bupati Purwakarta justru mencerminkan ketidaksadaran atas pentingnya menjaga norma dan etika dalam berkarya. Kita harus lebih berhati-hati dan memperhatikan konsekuensi setiap tindakan kita,” ujar Sugiat Santoso, Jubir Partai Gerindra.
Sugiat menambahkan bahwa sebagai seorang pejuang kemasyarakatan, Bupati Purwakarta memiliki tanggung jawab untuk menjadi role model bagi masyarakat. “Jika Bupati Purwakarta sendiri tidak menjaga norma dan etika, bagaimana kita dapat mengharapkan masyarakat lainnya melakukannya,” katanya.
Gerindra juga mengimbau agar Bupati Purwakarta harus lebih peka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. “Kita berharap Bupati Purwakarta akan lebih memperhatikan pendapat dan kritik dari masyarakat, sehingga dapat menjadi seorang pemimpin yang lebih efektif dan etis,” ujar Sugiat Santoso.
Hashtag: #LalakiLangit #Gerindra #EtikaKemasyarakatan