Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, juga dikenal sebagai Titiek Soeharto, mengatakan revitalisasi gudang Perum Bulog berupa penambahan fasilitas dan perbaikan kualitas untuk meningkatkan kemampuan pengolahan dan penyimpanan beras. Revitalisasi ini bertujuan memastikan mutu beras yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.

Dalam siaran persnya, Titiek Soeharto menjelaskan bahwa revitalisasi gudang Perum Bulog selesai dilakukan pada tahun 1990-an era pemerintahan Presiden Soeharto. Pada masa tersebut, Bulog berperan sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki misi untuk mengumpulkan dan mendistribusikan beras kepada masyarakat.

Menurut Titiek Soeharto, revitalisasi gudang Perum Bulog pada era Soeharto dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengolahan dan penyimpanan beras. Hal ini bertujuan memastikan mutu beras yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.

Dalam revitalisasi tersebut, perumah Perum Bulog melakukan penambahan fasilitas seperti perluasan gudang, perbaikan sarana dan prasarana, serta pelatihan petani untuk meningkatkan produksi beras. Selain itu, revitalisasi juga dilakukan dengan tujuan memastikan kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat tidak menurun.

Dalam penjelasannya, Titiek Soeharto mengatakan bahwa revitalisasi gudang Perum Bulog pada era Soeharto memiliki signifikan dampak terhadap kemampuan pengolahan dan penyimpanan beras. Hal ini membuat mutu beras yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.

**#BeritaDPR #Bulog #Beras #Muti**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *