_____________________________________________________________________

Dalam upaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM), Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta beberapa institusi lainnya untuk meningkatkan jumlah UMKM perempuan yang terdata dalam Sensus Ekonomi 2026. Berdasarkan data BPS, hingga tahun 2022, hanya sekitar 20% dari total UMKM di Indonesia milik perempuan.

Keterbatasan akses informasi dan kemampuan digital menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan UMKM perempuan. Oleh karena itu, BPS bersama-sama dengan PPPA dan mitra lainnya berencana untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta mengembangkan keterampilan bisnis yang sesuai.

Dalam Sensus Ekonomi 2026, BPS berencana untuk mencatat setidaknya 30% dari total UMKM di Indonesia sebagai milik perempuan. Rencana ini diperkirakan akan membantu meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup perempuan, serta memperkuat peranan perempuan dalam perekonomian nasional.

Terkait dengan rencana tersebut, BPS juga berencana untuk mengembangkan program-program bantuan dan pelatihan bagi UMKM perempuan, seperti pelatihan keterampilan bisnis dan keuangan, serta akses informasi yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan UMKM perempuan dapat meningkatkan kemampuan dan daya saingnya dalam pasar.

Peningkatan partisipasi perempuan dalam UMKM juga diharapkan akan membantu mengurangi kesenjangan gender dalam perekonomian. Selain itu, BPS juga berencana untuk mengembangkan kerja sama dengan lembaga-lembaga non-pemerintah serta organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan dukungan dan peluang bagi UMKM perempuan.

**#UMKMPerempuan #PemberdayaanPerempuan #SensusEkonomi2026**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *