Menteri Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka, Saroja Savithri Paulraj, secara nasional mengingatkan para orang tua agar memakaikan pakaian tertutup kepada anak-anak prasekolah mereka guna mencegah penyebaran DBD (dengue fever) di negara tersebut. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi risiko penularan DBD, yang telah menyebar luas dan menjadi salah satu penyakit paling umum di Sri Lanka.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan biasanya menyerang anak-anak dengan ketinggian lebih rendah. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani, sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah preventif.

Menurut data Sri Lanka, sebanyak 4.000 kasus DBD telah terkonfirmasi di negara tersebut pada tahun 2022, dengan 12 kematian yang dilaporkan. Angka-angka ini meningkatkan kekhawatiran sekaligus memungkinkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mencegah penyebaran DBD.

Menteri Paulraj mengingatkan bahwa DBD dapat menyerang anak-anak dengan cara-cara yang tak terduga, seperti melalui gigitan nyamuk atau sentuhan fisik langsung. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak mereka dan mengambil langkah-langkah preventif sejak dini.

Sri Lanka telah memiliki program pencegahan DBD yang solid, termasuk vaksinasi massal dan pengobatan medis. Namun, masyarakat diharapkan untuk bergabung dalam upaya ini dengan mengikuti aturan-aturan penting yang diberikan oleh Menteri Urusan Perempuan dan Anak.

**#PencegahanDBD #SriLanka #KesehatanAnak**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *