______________________________________________________________________
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menginginkan Indonesia untuk menanggap terhadap tarif 20% yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Ia berpendapat bahwa sikap tenang dan kajian matang perlu dilakukan sebelum membuat keputusan.
Menurut Dave Laksono, tarif tersebut dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor bahan bakar minyak. “Kita harus menanggap terhadap situasi ini dengan keterukuran dan bijaksana,” kata Dave Laksono dalam keterangan resmi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz telah menjadi titik kontan geopolitik antara AS dan Iran, yang dianggap sebagai salah satu bagian dari “Strategi AS untuk menghadapi China”. Namun, dengan tarif 20% yang diterapkan oleh pemerintah Trump, situasi ini kini semakin membingungkan.
Pihak Komisi I DPR juga berpendapat bahwa keputusan pemerintah AS tersebut perlu dikaji dan dinilai dalam konteks global. “Kita harus melihat bagaimana tarif ini mempengaruhi ekonomi Indonesia dan negara-negara lainnya,” kata Dave Laksono.
Menjelang akhir tahun, Komisi I DPR akan melakukan kajian lanjut terhadap dampak tarif 20% Trump di Selat Hormuz. “Kita ingin tahu bagaimana tarif ini mempengaruhi perekonomian Indonesia dan bagaimana kita dapat menghadapi tantangan ini,” kata Dave Laksono.
#Hormuz #TarifTrump #PemerintahIndonesia