Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memastikan bahwa proses revitalisasi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara akan segera dilakukan. Revitalisasi masjid ini bertujuan untuk memulihkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat setempat, serta menjadi simbol keterpaduan umat beragama.
Dalam rilis resmi, Pramono Anung mengatakan bahwa revitalisasi Masjid Raya JIC ini akan menjadi proyek besar untuk meningkatkan kualitas prasarana masjid dan memperbaiki struktur bangunan yang telah rusak. “Kami akan berfokus pada pengembangan infrastruktur, renovasi interior, serta penambahan fasilitas umum yang lebih baik,” katanya.
Pramono Anung juga menegaskan bahwa revitalisasi Masjid Raya JIC ini akan menjadi simbol keterpaduan umat beragama dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya masjid sebagai tempat ibadah dan budaya. “Masjid adalah tempat pertemuan antara manusia dengan Tuhan, serta menjadi wujud kesadaran bahwa kita semua memiliki tujuan yang sama,” katanya.
Menurut Pramono Anung, revitalisasi Masjid Raya JIC juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. “Dengan adanya fasilitas umum yang lebih baik dan renovasi interior, masjid ini dapat menjadi tempat wisata dan edukatif untuk masyarakat,” katanya.
Pramono Anung juga mengaku bahwa revitalisasi Masjid Raya JIC akan berperan penting dalam meningkatkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat setempat. “Masjid ini memiliki sejarah dan nilai budaya yang sangat tinggi, sehingga revitalisasi ini akan menjadi langkah besar untuk memulihkan masa lalu dan mengembangkan masa depan,” katanya.
Menyambut revitalisasi Masjid Raya JIC, masyarakat setempat telah menyiapkan diri untuk mendukung proyek ini. “Kami sangat berharap agar revitalisasi masjid ini dapat segera dilakukan dan menjadi tempat ibadah yang lebih baik,” kata salah satu jama’ah Masjid Raya JIC.