2

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada Sabtu (18/7) mengatakan bahwa pelanggaran Amerika Serikat (AS) terhadap MoU damai antara AS dan Iran adalah bukti tanda tangan Presiden Trump yang tak bernilai. Komentar keras Khamenei ini datang dalam rangka menanggapi keputusan AS untuk mencabut hak akses Iran pada program spesifik Uni Eropa, seperti perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPoA).

Khamenei mengatakan bahwa pelanggaran AS terhadap MoU damai ini telah menghabiskan kesempatan bagi dua belah pihak untuk mencari jalan keluar yang damai. “AS tidak memiliki integritas dan tidak dapat diandalkan,” ujarnya. “Trump hanya seorang aktor yang tanpa nilai, dan tanda tangannya tak berarti apa-apa.”

Khamenei juga menyoroti bahwa AS telah melakukan pelanggaran MoU damai tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan bahwa AS tidak memenuhi komitmennya untuk menawarkan perlindungan ekonomi dan diplomatik kepada Iran, sehingga Iran tidak memiliki pilihan lain kecuali mencari jalan keluar yang berbeda.

Penyelesaian konflik di Timur Tengah telah lama menjadi isu sensitif. Khamenei’s komentar keras ini menunjukkan bahwa Iran tetap berkeberatan dengan keputusan AS dan akan terus meneguhkan posisinya sebagai sebuah negara yang independen.

Dalam situasi seperti ini, perlu adanya upaya diplomatik yang lebih aktif untuk mencari jalan keluar yang damai. Namun, Khamenei’s komentar keras ini juga menunjukkan bahwa Iran tidak siap untuk mundur dari posisinya dan akan terus berjuang untuk haknya.

#MoU #Trump #Iran

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *