Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wajib memasukkan produk pangan desa dalam program pemenuhan gizi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kontribusi lokal dalam mendukung keberlanjutan usaha tani dan peternakan. Pemangku kepentingan di SPPG diharapkan dapat berinisiatif mempromosikan produk pangan desa yang memiliki potensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Zulkifli Hasan, kontribusi lokal dalam bentuk produk pangan desa sangat penting untuk keberlanjutan usaha tani dan peternakan. “Kami ingin mempromosikan penggunaan produk pangan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Zulkifli Hasan, seperti dikutip dari sumber terpercaya.

Dalam pertemuan dengan SPPG, Menko Pangan juga mengingatkan agar semua kegiatan pemenuhan gizi dilakukan dengan etika dan berkelanjutan. “Kami harus lebih bijak dalam menggunakan sumber daya alam dan memastikan bahwa usaha tani dan peternakan berkelanjutan,” tambahnya.

SPPG sendiri memiliki peran penting dalam mengatur kegiatan pemenuhan gizi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini telah berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program yang dikembangkan.

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kontribusi lokal dalam bentuk produk pangan desa diyakin sebagai langkah awal untuk menghadapi tantangan global. Dalam beberapa tahun ke depan, SPPG diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

#PanganDesa #SPPG #MenkoPangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *