Kamis, [Tgl], Yerusalem Timur – Seribu lebih warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada pagi hari Kamis. Kejadian ini terjadi saat Tisha B’av, sebuah hari agama Yahudi yang digunakan untuk mengenang tragedi dan kehilangan sejarah Yahudi.
Sekitar 1.300 warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, yang diyakini sebagai situs tertinggi ke-3 dalam agama Islam, untuk berunjuk dan merayakan Tisha B’av. Mereka membawa bunga, lilin, dan doa untuk mengenang tragedi dan kehilangan sejarah Yahudi.
Tisha B’av adalah sebuah hari agama Yahudi yang digunakan untuk mengenang tragedi dan kehilangan sejarah Yahudi. Pada tahun 586 SM, Keterusan Yerusalem dilakukan oleh Nebukadnezar II, Raja Babylon, dan pada tahun 70 M, Agustinus Romawi juga menghancurkan Bait Suci yang Pertama di Yerusalem.
Pemimpin agama Israel, Yonatan Grossman, mengatakan bahwa kehadiran warga Israel tersebut adalah sebuah tanda hormat untuk mengenang tragedi dan kehilangan sejarah Yahudi. “Kami ingin memperingati tragedi sejarah Yahudi dengan hadir di kompleks Masjid Al-Aqsa,” katanya.
Pemerintahan Palestina telah mengecam kehadiran warga Israel tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan agama. Mereka juga mengatakan bahwa kehadiran warga Israel tersebut dapat memicu konflik dan ketegangan di kawasan tersebut.
#Israel #Palestina #TishaB’av #Yerusalem #MasjidAl-Aqsa