Dalam laporan kinerja keuangan 3Q 2026, UOB Asset Management (UOBAM) mengeluarkan peringatan akan ancaman yang tersembunyi bagi ketahanan ekonomi global. Menurut UOBAM, kondisi pasar yang semakin tidak menentu dan inflasi yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi beberapa negara.
Dalam laporan tersebut, UOBAM menjelaskan bahwa keamanan ekonomi dunia kini terancam oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah perbedaan kebijakan moneter antar negara, yang dapat menyebabkan gangguan pada pasar global. Selain itu, UOBAM juga menyoroti kemungkinan pandemi COVID-19 dan masalah lingkungan yang belum terselesaikan, serta ketahanan ekonomi beberapa negara yang masih lemah.
UOBAM juga mengantisipasi bahwa beberapa negara akan mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan inflasi yang tinggi. “Kita harus waspada terhadap ancaman-ancaman tersebut dan siap menghadapi setiap situasi,” ujar direktur UOBAM.
Dalam laporan 3Q 2026 Quarterly Investment Strategy, UOBAM juga memberikan tips bagi investor untuk mengantisipasi perubahan-perubahan pada pasar. Mereka menyarankan agar investor meningkatkan portofolio investasi mereka dalam aset-aset yang lebih stabil dan memiliki potensi pertumbuhan.
Dalam rangka meningkatkan keamanan ekonomi global, UOBAM juga mengajak pemerintah untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang stabil dan mendukung pertumbuhan,” ujar direktur UOBAM.
#EconomicResilience #GlobalEconomy #Inflation