———————————————————
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan sebanyak 1.931 satuan pendidikan kembali hadirkan kegiatan belajar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah masa lockdown akibat pandemi COVID-19.
Pada awalnya, sekitar 70 persen dari total 2.700 satuan pendidikan di NTT ditutup akibat pandemi. Namun, dengan adanya penurunan kasus COVID-19 di provinsi tersebut, Kemendikdasmen memutuskan untuk membuka kembali sebagian besar sekolah.
“Kami sangat senang melihat anak-anak kembali bersekolah dan guru-guru kembali beraksi,” ujar Menteri Pendidikan, Ristian Arya Dharma. “Namun, kami juga tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan mencegah penyebaran COVID-19.”
Sejak kembali beroperasi, sekitar 80 persen dari total 2.000 guru di NTT telah dilatih untuk menghadapi situasi darurat. Latihan ini meliputi cara-cara menghadapi situasi darurat, menggunakan alat pelindung diri, dan mengajar dengan cara yang aman dan efektif.
Sementara itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan program “Safe School” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan di sekolah. Program ini meliputi pelatihan guru-guru, penggunaan masker, dan penggunaan hand sanitizer.
“Kami berharap program ‘Safe School’ ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan anak-anak,” ujar Menteri Pendidikan.
#Pendidikan #Kemendikdasmen #COVID19 #Sekolah