Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) telah mengalihkan perhatiannya untuk menyelidiki dugaan intimidasi yang dialami seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati. Dalam beberapa hari terakhir, pelaku intimidasi yang tidak diketahui identitasnya dikabarkan melakukan aksi kekerasan dan ancaman terhadap pedagang tersebut.
Menurut sumber yang terpercaya, dugaan intimidasi ini dimulai sejak beberapa minggu lalu. Pedagang buah tersebut mengeluh bahwa pelaku intimidasi tersebut seringkali datang ke lokasi penjualan dan melakukan ancaman serta kekerasan terhadapnya.
“Kami sudah mengalihkan perhatiannya untuk menyelidiki dugaan intimidasi ini,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, dalam keterangan resmi. “Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menemukan pelaku dan membawa mereka ke muka hukum.”
Dalam upaya mengembalikan kesadaran pedagang tersebut, Polres Jaktim juga telah berupaya memantau lokasi penjualan secara intensif. “Kami akan terus memantau lokasi penjualan dan melakukan pengawasan yang ketat,” kata Kapolres Jaktim.
Pemerintah setempat juga telah memberikan dukungan penuh terhadap upaya Polres Jaktim untuk menyelesaikan kasus intimidasi ini. “Kami sangat prihatin dengan aksi kekerasan dan ancaman tersebut,” kata Wakil Walikota Jakarta Timur.
Pemerintah setempat telah meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang dapat meningkatkan situasi ini. “Kami berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang dapat meningkatkan situasi,” kata Wakil Walikota Jakarta Timur.
**#IntimidasiPedagang #PasarKramatJati #PolresJaktim**