2

Rapat bersama antara Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar dengan Bahlil Zahiri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menghasilkan pertanyaan soal kelanjutan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Migas. Yulian Gunhar, sebagai anggota Komisi XII, mempertanyakan keberpihakan pemerintah dalam menghadapi krisis energi global dan dampaknya terhadap Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Yulian Gunhar mengemukakan beberapa masalah yang dihadapi oleh RUU Migas. Salah satunya adalah soal keberpihakan pemerintah dalam menghadapi krisis energi global. Ia berpendapat bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap isu-isu global dan berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan. “Kita harus lebih bijak dalam menghadapi krisis energi global, kita harus berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan, tidak hanya mengandalkan Migas,” ujar Yulian Gunhar.

Selain itu, Yulian Gunhar juga mempertanyakan soal keamanan supply Migas di Indonesia. Ia berpendapat bahwa Indonesia harus lebih siap menghadapi berbagai situasi dan mengembangkan kemampuan dalam menghadapi krisis. “Kita harus lebih siap menghadapi berbagai situasi, kita harus mengembangkan kemampuan kita untuk menghadapi krisis,” ujar Yulian Gunhar.

Pertemuan antara Yulian Gunhar dan Bahlil Zahiri menunjukkan bahwa RUU Migas masih perlu dibahas dan diperbarui untuk mengantisipasi krisis energi global dan berbagai situasi lainnya. Kita harus lebih peka terhadap isu-isu global dan berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan.

#Migas #Energi #Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *