2

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama untuk percepat hilirisasi pertanian di Indonesia. Dalam kunjungan ke kampus UGM, Mentan menekankan pentingnya partisipasi akademisi dan peneliti dalam mengembangkan teknologi dan inovasi yang dapat meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan dengan pimpinan fakultas dan institut, Mentan menjelaskan bahwa percepat hilirisasi pertanian tidak hanya penting untuk meningkatkan hasil panen, tapi juga untuk menjamin keamanan pangan nasional. “Kami membutuhkan kerja sama antara sektor pemerintahan, akademisi, dan industri untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Mentan.

UGM sendiri memiliki potensi besar dalam mengembangkan teknologi dan inovasi pertanian. Berbagai penelitian telah dilakukan di kampus ini, termasuk pengembangan varietas tanaman pangan yang lebih resisten terhadap penyakit dan hama. Dengan kerja sama dengan pemerintahan dan industri, UGM dapat menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan hilirisasi pertanian.

Penggunaan teknologi dan inovasi dalam pertanian juga menjadi fokus pertemuan Mentan dengan civitas akademika UGM. Mereka membahas tentang pengembangan sistem informasi pertanian yang lebih efektif, penggunaan robotik dan AI untuk meningkatkan produktivitas petani, serta pengembangan varietas tanaman pangan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium dan pusat penelitian di UGM. Mereka melihat sendiri bagaimana para peneliti dan siswa UGM bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan pertanian Indonesia.

**#PercepatHilirisiPertanian #KerjaSamaUGM #InovasiPertanian**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *