_____________________________________________________
Pada Kamis, 2 Juli, Jakarta menjadi tuan rumah bagi perhelatan diplomasi ekonomi yang unik. Menerima kedatangan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Indonesia memperlihatkan adanya perubahan paradigma dalam hubungan bilateral antara dua negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Belarus telah meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi. Kedatangan Lukashenko ini sebenarnya adalah tahap lanjutan dari upaya membangun kerja sama yang lebih strategis. Pemerintah Indonesia menargetkan untuk meningkatkan nilai perdagangan antara dua negara hingga Rp 100 triliun dalam waktu lima tahun ke depan.
Dalam sambungan dengan kunjungannya, Lukashenko dan Presiden Joko Widodo membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi, bisnis, dan kerja sama antara dua negara. Kedua pihak juga menyetujui perjanjian tentang Kerja Sama Bidang Ekonomi, yang berisi komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Kerja sama Indonesia-Belarus ini diyakini akan membuka peluang baru bagi pelaku bisnis di kedua negara. Selain itu, kerja sama ini juga berpotensi meningkatkan kemampuan teknologi dan inovasi di bidang pertanian, energi, dan industri.
Pemerintah Indonesia juga menargetkan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Hal ini diyakini akan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kemampuan negara dalam menghadapi tantangan global.
Dalam sambungan dengan kunjungannya, Lukashenko juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas kesempatan yang diberikan. “Indonesia adalah sahabat kita yang dekat dan kita percaya bahwa kerja sama antara dua negara akan membawa keuntungan bagi rakyat kita,” katanya.
_____________________________________________________
#DiplomasiEkonomi #RIBelarus #KerjasamaBisnis