Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah menjadi sangat sensitif. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian terkemuka menunjukkan bahwa sebanyak dua pertiga warga AS ragukan kesepakatan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada tahun 2015. Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk menghentikan program nuklir Iran, namun survei menunjukkan bahwa rakyat AS tidak percaya dengan efektivitasnya.

Menurut survei, sekitar 67% warga AS berpendapat bahwa nota kesepahaman Amerika-Iran tidak efektif dalam mencapai tujuan. Sementara itu, 22% warga AS setuju bahwa nota kesepahaman tersebut memang efektif. Namun, survei juga menemukan bahwa sebagian besar responden (45%) berpendapat bahwa nota kesepahaman Amerika-Iran tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap situasi politik dan ekonomi di Iran.

Pernyataan seorang analis politik yang dikutip dalam survei mengungkapkan, “Rakyat AS memang peduli dengan keamanan nasional, namun mereka juga peduli dengan keterlibatan Amerika dalam konflik regional. Mereka ingin melihat kebijakan luar negeri Amerika lebih humanis dan efektif.” Survei ini menunjukkan bahwa rakyat AS berpendapat bahwa kebijakan luar negeri Amerika harus menjadi prioritas, sehingga dapat meningkatkan keamanan nasional serta mengurangi konflik regional.

Survei juga menemukan bahwa warga AS yang lebih tua dan memiliki pendidikan tinggi cenderung tidak percaya dengan nota kesepahaman Amerika-Iran. Sementara itu, warga muda dan berpendidikan rendah lebih cenderung setuju dengan efektivitas nota kesepahaman tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah menjadi sangat sensitif. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian terkemuka menunjukkan bahwa sebanyak dua pertiga warga AS ragukan kesepakatan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada tahun 2015.

#PolitikAmerika #IranUSRelation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *