Dalam era digital yang semakin canggih, organisasi di wilayah Asia-Pasifik (APAC) mulai menghadapi tantangan dalam meningkatkan Return on Investment (ROI) dari teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurut sebuah penelitian yang dikomisi oleh Boomi dan dilakukan oleh Omdia, organisasi APAC berisiko merugi jika tidak memiliki fondasi data yang kuat.
Penelitian ini menemukan bahwa 71% organisasi di APAC menghadapi tantangan dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan ROI. Salah satu faktor utama adalah ketiadaan data yang akurat dan berkualitas, sehingga membuat organisasi sulit mencapai tujuan mereka.
Boomi, sebuah perusahaan aktivasi data untuk AI, menemukan bahwa 62% organisasi APAC tidak memiliki data yang sesuai dengan kebutuhan AI. Hal ini menyebabkan organisasi tersebut mengalami kegagalan dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan ROI.
Dalam penelitian ini, juga ditemukan bahwa organisasi APAC yang memiliki data yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan AI lebih cenderung mencapai tujuan mereka. Mereka dapat menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan yang bijak dan meningkatkan ROI.
Untuk meningkatkan ROI dari AI, organisasi APAC perlu memiliki fondasi data yang kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan memproses data yang akurat dan berkualitas, serta menggunakan teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dengan demikian, organisasi APAC perlu menjadi lebih aware terhadap pentingnya memiliki fondasi data yang kuat untuk meningkatkan ROI dari AI. Dalam hal ini, Boomi dapat membantu organisasi APAC dalam mengaktifkan data mereka dan mencapai tujuan mereka.
#AI #DataAnalytics #ROI #APAC