Dua hari setelah Iran mengklaim telah melepas 1 juta barel minyak dari Selat Hormuz, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah membantu meninggikan situasi di wilayah tersebut.

Menurut Cooper, AS telah meningkatkan surveilans dan keamanan di Selat Hormuz sejak beberapa hari terakhir, setelah Iran mengumumkan telah melepas 1 juta barel minyak dari wilayah tersebut. Cooper juga mengkonfirmasi bahwa AS telah bekerja sama dengan berbagai negara untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.

Dalam konferensi persnya, Cooper juga mengklaim bahwa AS telah bekerja sama dengan Iran untuk mengembalikan situasi di wilayah tersebut ke arah yang lebih stabil. “Kami telah berkomunikasi dengan Iran dan telah menemukan beberapa titik kesamaan,” kata Cooper. “Kami berharap bahwa dengan kerja sama ini, kami dapat mencapai situasi yang lebih stabil di wilayah tersebut.”

Kerja sama AS dengan Iran tidaklah sesimple itu. AS telah lama menganggap Iran sebagai ancaman, terutama setelah Iran mengembangkan program nuklir dan mengumumkan telah melepas teknologi nuklir. AS juga telah mengalami beberapa insiden dengan Iran, seperti serangan udara terhadap instalasi militer Iran pada tahun 2020.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, AS dan Iran telah menunjukkan beberapa tanda kesamaan. AS telah mengumumkan telah membuka jalur komunikasi dengan Iran, dan beberapa analis telah menafsirkan bahwa AS dan Iran sedang mempersiapkan diri untuk berdiskusi tentang beberapa isu sensitif, seperti program nuklir Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz telah menjadi salah satu wilayah yang paling sensitif di dunia. Selat tersebut menghubungkan Laut Arab dengan Laut Persia, dan memiliki sangat penting dalam kemajuan ekonomi dan politik beberapa negara.

**#GlobalAffairs #Iran #AS #SelatHormuz**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *