—-
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengusulkan kepada pemerintah agar Bali menjadi pusat percontohan sistem imigrasi terintegrasi. Usulan ini sekaligus menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengelolaan imigrasi di Indonesia.
Menurut Rieke, Bali memiliki potensi sebagai daerah tujuan wisata yang sangat populer, sehingga menjadi ideal sebagai tempat percontohan sistem imigrasi terintegrasi. “Bali memiliki infrastruktur dan fasilitas yang cukup lengkap untuk menerima pengunjung dari berbagai negara,” katanya. Rieke juga menambahkan bahwa Bali telah lama memiliki sistem imigrasi yang relatif lebih baik daripada daerah lain di Indonesia.
Dalam usulan ini, Rieke juga mengusulkan beberapa langkah untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengelolaan imigrasi. Salah satunya adalah dengan membentuk tim interdisiplin yang terdiri dari berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Imigrasi, Kemenhub, dan polisi. Tim ini bertujuan untuk memantau dan mengawasi proses imigrasi secara lebih efektif.
Selain itu, Rieke juga mengusulkan penggunaan teknologi advanced yang dapat membantu meningkatkan keamanan dalam pengelolaan imigrasi. “Kita perlu menggunakan teknologi canggih untuk memantau dan mengawasi proses imigrasi, sehingga kita dapat lebih cepat mendeteksi apabila ada orang asing yang tidak sah masuk ke Indonesia,” katanya.
Pemerintah juga diharapkan dapat berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur di Bali untuk menampung penumpang dari luar negeri. “Kita perlu meningkatkan kapasitas bandar udara, pelabuhan, dan terminal bus untuk memastikan bahwa pengunjung dapat tiba dengan aman dan efektif,” katanya.
Dengan demikian, usulan Rieke Diah Pitaloka ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengelolaan imigrasi di Indonesia.