PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengumumkan siap mendorong pertumbuhan kredit secara selektif pada tahun 2026. Penyedia jasa keuangan terbesar di Indonesia ini didukung oleh kuatnya likuiditas dan permodalan.

Pada tahun 2025, BRI mencatat peningkatan signifikan dalam penerimaan dana melalui emisi surat berharga sebesar Rp 12 triliun. Selain itu, bank yang dikenal sebagai “Bapak Bank” ini juga menambahkan modal dasar menjadi Rp 140 triliun.

Dengan memiliki basis likuiditas dan permodalan yang kuat, BRI dapat lebih selektif dalam menawarkan kredit kepada pelanggan yang memiliki potensi bisnis yang lebih baik. “Kami ingin fokus pada pelanggan-pelanggan yang memiliki potensi bisnis yang lebih baik dan mampu membayar utang,” ujar Direktur Utama BRI, Roosyadin.
Namun, penawaran kredit selektif ini tidak berarti BRI meninggalkan pelanggan lain. “Kami tetap siap membantu pelanggan-pelanggan yang memiliki potensi bisnis yang kurang baik, namun kami akan lebih selektif dalam menawarkan kredit,” tambah Roosyadin.

Pertumbuhan kredit selektif ini juga didukung oleh kemajuan teknologi dan digitalisasi di BRI. Dengan menggunakan teknologi, bank ini dapat memantau risiko kredit lebih baik dan menawarkan produk kredit yang lebih beragam.
BRI juga terus meningkatkan investasi pada bisnis digital, seperti e-banking dan mobile banking, untuk meningkatkan kemampuan pelanggan dalam mengakses jasa keuangan.

Pada akhirnya, pertumbuhan kredit selektif ini diharapkan dapat membantu BRI menjadi lebih kuat dan stabil. “Kami ingin menjadi bank yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” ujar Roosyadin.
#Finance #Banking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *