_____________________________________________________

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama masyarakat adat bersepakat untuk melestarikan budaya Dayak Wehea melalui Festival Lom Plai. Acara tahunan ini bertujuan mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya yang telah lama dilupakan oleh generasi muda.

Dalam festival yang digelar di desa Dayak Wehea, berbagai kegiatan tradisional dan kultural dipertontonkan. Masyarakat adat Dayak Wehea menyajikan pertunjukan musik, tarian, dan gerakan ritual sebagai bagian dari upacara untuk menghormati leluhur. Selain itu, festival ini juga menampilkan berbagai jenis makanan tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak Wehea.

Festival Lom Plai juga menjadi momentum bagi masyarakat adat untuk belajar dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya melestarikan budaya. Kegiatan-kegiatan edukatif dan rekreatif seperti pelatihan membuat kerajinan tradisional, workshop pengemasan bahan-bahan alam, serta kompetisi adu cerita lisan dan tulis menjadi bagian dari festival.

Dalam acara ini, Pemkab Kutim juga mengadakan penyerahan anugerah kepada masyarakat adat yang telah berkontribusi pada melestarikan budaya Dayak Wehea. Penyerahan anugerah ini bertujuan memperhatikan peran masyarakat adat dalam pelestarian budaya dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya melestarikan budaya.

Festival Lom Plai juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam melestarikan budaya. Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

#FestivalLomPlai #MelestarikanBudaya #PemkabKutim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *