Pemerintah telah menginjakkan langkah penting dalam upaya meningkatkan kinerja BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Langkah tersebut berupa streamlining yang bertujuan memperbaiki struktur organisasi dan meningkatkan produktivitas beberapa perusahaan tidak produktif. Menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI), Dipo Satria Ramli, langkah ini sangat penting untuk membantu BUMN menjadi lebih sejajar dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan pengembangan.
Dalam pemaparan di hadapan wartawan, Ramli menjelaskan bahwa streamlining adalah langkah yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja BUMN. “Kita tidak hanya ingin memperbaiki struktur organisasi, tapi juga harus meningkatkan produktivitas beberapa perusahaan yang tidak produktif,” kata Ramli.
Menurut Ramli, BUMN memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari keberhasilan perekonomian Indonesia. Namun, untuk itu dibutuhkan langkah-langkah yang tepat dan efektif. “Kita harus mampu meningkatkan kinerja BUMN dengan cara memperbaiki struktur organisasi dan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Selain itu, Ramli juga mengingatkan bahwa streamlining BUMN juga memiliki tujuan lain, yakni membantu meningkatkan pengembangan. “Dengan melakukan streamlining, kita dapat membantu meningkatkan pengembangan beberapa perusahaan yang tidak produktif menjadi lebih baik,” katanya.
Analisis Ramli memang tampak logis dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan dengan cara yang tepat dan efektif. “Kita harus mampu meningkatkan kinerja BUMN dengan cara memperbaiki struktur organisasi dan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN telah mengalami penurunan kinerja dan tidak produktif. Oleh karena itu, langkah streamlining ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengembangan beberapa perusahaan yang tidak produktif menjadi lebih baik.
**#BUMN #Streamlining #Productivitas**