China menuntut haknya sebagai pemain penting dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) memasukkan beberapa lembaga penelitian China ke dalam daftar organisasi yang dituduh terkait dengan militer Tiongkok, Beijing segera menolak langkah itu. Pemerintah China menyatakan bahwa langkah AS tersebut adalah sebuah “kesalahan” dan bertujuan untuk membatasi kemampuan lembaga penelitian China.

Menurut sumber-sumber resmi, DoD telah memasukkan lima lembaga penelitian Tiongkok ke dalam daftar organisasi yang dituduh terkait dengan militer Tiongkok. Lembaga-lembaga tersebut antara lain National Natural Science Foundation of China (NSFC), Chinese Academy of Sciences (CAS), dan Tsinghua University.

China segera menolak sanksi AS tersebut, menyatakan bahwa langkah itu adalah sebuah “kesalahan” dan bertujuan untuk membatasi kemampuan lembaga penelitian China. Beijing juga mengklaim bahwa lembaga-lembaga tersebut tidak terkait dengan militer Tiongkok dan hanya fokus pada penelitian ilmiah.

“Sanksi AS terhadap beberapa lembaga penelitian China adalah sebuah kesalahan, karena langkah itu hanya bertujuan untuk membatasi kemampuan lembaga-lembaga tersebut,” kata seorang perwakilan pemerintah China dalam sebuah keterangan resmi. “Lembaga-lembaga penelitian China tidak terkait dengan militer Tiongkok dan hanya fokus pada penelitian ilmiah untuk kepentingan masyarakat.”

Sanksi AS terhadap lembaga-lembaga penelitian China juga diperlakukan sebagai sebuah “kesalahan” oleh komunitas internasional. Beberapa negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan, telah mengutuk langkah AS tersebut.

**#China #US #ResearchInstitutions #Science**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *