dua enter

Rapat evaluasi Prolegnas 2026 menjadi ajang debat panas mengenai RUU Migas yang memanas. Wakil Ketua Baleg DPR Ahmad Doli menjelaskan bahwa diskusi dianggap produktif, walaupun sempat memanas. “Kita berdiskusi dengan keras dan jujur,” ucapnya. “Namun, kita juga harus menyadari bahwa debat panas ini tidak membuat suasana menjadi buruk.”

Ahmad Doli menjelaskan bahwa Golkar sebagai partai politik yang berfokus pada pengembangan energi dan sumber daya alam, mendapat feedback dari masyarakat terkait RUU Migas. “Kita mendengar aspirasi masyarakat, termasuk para pelaku industri migas,” ucapnya. “Kita juga mendapatkan masukan dari para ahli yang memiliki pengalaman dalam sektor ini.”

Menurut Ahmad Doli, debat panas RUU Migas di Rapat Prolegnas 2026 menjadi momentum untuk memperbaiki dan mengembangkan RUU Migas. “Kita ingin agar RUU Migas dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ucapnya. “Tapi, kita juga harus sadar bahwa debat panas ini tidak membuat suasana menjadi buruk.”

Dalam diskusi tersebut, Ahmad Doli juga menjelaskan bahwa Golkar akan terus berfokus pada pengembangan energi dan sumber daya alam. “Kita ingin agar Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dalam hal sumber daya alam,” ucapnya. “Kita juga ingin agar masyarakat dapat menikmati manfaat dari pengembangan sumber daya alam.”

Debat panas RUU Migas di Rapat Prolegnas 2026 menjadi momentum untuk memperbaiki dan mengembangkan RUU Migas. “Kita ingin agar RUU Migas dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ucap Ahmad Doli.

#RUUMigas #Prolegnas2026 #Golkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *