PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan bahwa dua kapal milik perusahaan minyak negara, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih menghadapi kesulitan untuk melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut awalnya dijadwalkan akan melakukan operasi hauling crude oil ke berbagai wilayah pada Februari lalu, namun keterlambatan ini telah menimbulkan masalah bagi Pertamina.

Menurut informasi dari PIS, dua kapal tersebut masih belum dapat melintasi Selat Hormuz karena adanya gangguan cuaca yang mengakibatkan kondisi laut menjadi tidak stabil. Gangguan cuaca tersebut memang terjadi beberapa hari lalu dan telah berlangsung hingga saat ini.

Keterlambatan ini telah menimbulkan masalah bagi Pertamina, terutama dalam hal supply chain crude oil ke berbagai wilayah. “Kami sedang berusaha untuk menemukan solusi yang tepat agar kapal-kapal kita dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” jelas perwakilan PIS.

Pertamina Pride dan Gamsunoro adalah dua kapal terbesar milik PIS, dengan kapasitas hauling crude oil mencapai 150.000 barel per hari. Kedua kapal tersebut telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu dan telah menjadi bagian penting dalam supply chain Pertamina.

Masalah ini bukanlah hal baru bagi Pertamina, yang telah menghadapi berbagai tantangan dalam operasionalnya di masa lalu. Pada tahun 2020, Pertamina juga telah mengalami keterlambatan dalam pengiriman crude oil ke berbagai wilayah karena adanya gangguan cuaca dan kemudian pandemi COVID-19.

Pertamina Pride dan Gamsunoro diperkirakan akan melintasi Selat Hormuz jika cuaca menjadi stabil dan kondisi laut menjadi aman. Hingga saat ini, tidak ada informasi lebih lanjut tentang rencana Pertamina untuk mengatasi masalah ini.

#SelatHormuz #Pertamina #KapalLaut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *