IFEX 2026 yang akan dihelat di Kunming, Tiongkok, mulai 18-20 September 2026, tampaknya memiliki daya tarik yang semakin besar bagi industri bunga China. Provinsi Yunnan, penghasil bunga terbesar di China, menargetkan ekspor bunga mencapai nilai USD 1,5 miliar pada tahun ini, meningkat sekitar 15% dibandingkan dengan tahun lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yunnan telah menjadi pusat produksi bunga terkemuka di China, dengan area yang subur dan iklim yang sesuai membuatnya sebagai lokasi ideal untuk budidaya bunga. Pemerintah provinsi Yunnan telah berupaya keras untuk mengembangkan industri bunga ini, termasuk melalui program bantuan dan investasi dalam teknologi budidaya.
Dalam masa menjelang IFEX 2026, pelaku bisnis bunga di Yunnan tampaknya sangat optimis dengan potensi ekspor bunga yang akan terjadi. “IFEX adalah ajang yang sangat penting bagi kami,” kata Zhang Mei, pemilik sebuah perusahaan bunga di Yunnan. “Kami berharap dapat meningkatkan eksport bunga kita dan menjaringkan lebih banyak order dari luar negeri.”
Meskipun masih ada beberapa tantangan dalam industri bunga China, seperti biaya produksi yang tinggi dan persaingan yang ketat, pelaku bisnis di Yunnan tetap optimis dengan potensi ekspor bunga. “Kami percaya bahwa IFEX 2026 akan menjadi momentum bagi industri bunga kita,” kata Xu Jing, direktur sebuah perusahaan bunga lainnya.
IFEX 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mempromosikan produk bunga Yunnan saja, tapi juga sebagai platform untuk meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antara pelaku bisnis dari berbagai negara. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan eksport bunga China ke tingkat yang lebih tinggi.
#IFEX2026 #BungaYunnan #Ekspor