Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa proses evakuasi korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Bandung pada Sabtu sore telah dilakukan dengan cepat dan intensif. “Kami berusaha secepatnya untuk mengevakuasi para korban dan membantu mereka yang terluka,” katanya dalam keterangan resmi.

Proses evakuasi korban tabrakan kereta api di Bekasi telah dimulai sejak pukul 17.30 WIB, setelah kejadian tragedi yang memilukan itu terjadi. Para korban yang terluka dan hilang akibat kejadian tersebut telah langsung diproses oleh tim medis yang telah dikerahkan di lokasi.

Dalam beberapa jam pertama, tim evakuasi berhasil mengevakuasi sekitar 100 orang korban, termasuk para penumpang KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Bandung. Selain itu, tim medis juga telah memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang terluka.

Menurut Teddy Indra Wijaya, proses evakuasi korban tabrakan kereta api di Bekasi telah dilakukan dengan koordinasi yang sangat baik antara tim evakuasi, tim medis, dan aparat keamanan. “Kami berusaha secepatnya untuk mengevakuasi para korban dan membantu mereka yang terluka,” katanya.

Dalam beberapa jam pertama, tim evakuasi telah mengumpulkan informasi tentang jumlah korban yang hilang dan terluka. Namun, pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) belum merilis data resmi tentang jumlah korban yang hilang dan terluka.

**#EvakuasiKorbanTabrakan #Bekasi**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *