Data Statistics Bureau mengkonfirmasi bahwa permintaan emas global meningkat 2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 1.231 ton pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Analisis data statistik juga menunjukkan bahwa permintaan emas di beberapa negara-negara utama seperti Cina, Jepang, dan India mengalami peningkatan signifikan. Di Cina sendiri, permintaan emas meningkat 3 persen yoy menjadi 444 ton pada Q1 2026.
Peningkatan permintaan emas global ini diyakini dipengaruh oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan keamanan investasi, keterbatasan logistik, dan meningkatnya perhatian terhadap aset-aset alternatif. Selain itu, peningkatan inflasi dan harga hidup juga diyakini mempengaruhi keputusan investasi masyarakat.
Selama beberapa tahun terakhir, emas telah menjadi salah satu aset yang paling populer di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas dikenal sebagai aset yang memiliki nilai stabil dan dapat menyeimbangkan risiko-investasi. Oleh karena itu, peningkatan permintaan emas global tidaklah mengherankan.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas juga mengalami peningkatan signifikan. Pada Q1 2026, harga emas mencapai $1.823 per ounce. Peningkatan ini diyakini dipengaruh oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan dan keterbatasan supPLY.
#Emas #Investasi #Economy