Dalam sebuah sidang Komisi IX DPR, Wakil Ketua Yahya Zaini menyatakan bahwa harga obat berpeluang naik karena melemahnya rupiah. Ia menyoroti hal ini sebagai salah satu faktor yang berpotensi mengganggu stabilitas harga obat di Indonesia. Menurut Yahya Zaini, jika tidak ditangani dengan segera, kenaikan harga obat dapat berakibat pada meningkatnya beban biaya masyarakat.
Selain itu, Yahya Zaini juga menekankan pentingnya membangun pabrik bahan baku sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor. Dengan memiliki pabrik sendiri, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi dan menghemat biaya. Hal ini juga diharapkan akan membantu mengurangi kenaikan harga obat.
Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), harga obat di Indonesia telah meningkat sebanyak 10-20% dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya rupiah dan ketergantungan impor.
Wakil Ketua Komisi IX DPR juga mengemukaan pentingnya peran industri farmasi dalam meningkatkan kemampuan produksi dan menghemat biaya. “Industri farmasi harus menjadi bagian dari solusi ini,” katanya. “Kita perlu membangun pabrik bahan baku untuk meningkatkan kemampuan produksi dan mengurangi ketergantungan impor.”
Dalam sidang Komisi IX DPR, Yahya Zaini juga menyerukan kepada pemerintah dan industri farmasi untuk bekerja sama dalam meningkatkan kemampuan produksi dan menghemat biaya. “Kita perlu bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” katanya.
**#HargaObat #PabrikBahanBaku #KomisiIXDPR**