2
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut hadir dalam KTT ASEAN ke-40 yang diselenggarakan di Singapura, 24 November lalu. Dalam acara tersebut, ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas isu interkoneksi listrik di wilayah ASEAN. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan keamanan energi di region.
Perluasan interkoneksi listrik antar negara ASEAN dapat memungkinkan pengiriman tenaga listrik yang lebih efektif dan efisiensi. Dalam kaitannya, Bahlil mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas energi dengan membangun infrastruktur yang solid. “Indonesia ingin menjadi contoh bagi ASEAN dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan,” kata Bahlil.
Pada KTT ASEAN ke-40, Indonesia juga menawarkan kemampuan teknologinya untuk membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi listrik di wilayah ASEAN. “Indonesia memiliki teknologi canggih dalam pengembangan energi, termasuk solar dan wind power,” kata Bahlil.
Dalam kaitannya, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari inovasi energi yang bersama-sama ASEAN. “Kami berharap ASEAN dapat menjadi region yang kuat dan sejahtera, dengan penggunaan energi yang lebih efisiensi,” kata Prabowo.
ASEAN memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi yang ramah lingkungan. Dengan adanya interkoneksi listrik, negara-negara ASEAN dapat membagikan sumber daya dan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas energi di wilayah tersebut.
#EnergiRamahLingkungan #ASEANKTT #InterkoneksiListrik