Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati menilai konsistensi produksi pangan nasional menjadi faktor penting dalam menghadapi inflasi 2026. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan, ia menjelaskan bahwa industri pangan menjadi salah satu sector yang berpengaruh signifikan terhadap harga hidup masyarakat. “Produksi pangan yang konsisten akan membantu menstabilkan harga, sehingga inflasi dapat dikurangi,” kata Ninasapti.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pangan nasional mengalami fluktuasi signifikan selama beberapa tahun terakhir. Fluktuasi ini memungkinkan adanya ketergantungan pada impor, sehingga harga pangan meningkat. “Jika kita tidak dapat mengatur produksi pangan dengan baik, maka kita akan terus bergantung pada impor dan harga pangan akan tetap tinggi,” tambah Ninasapti.

Selain itu, Ninasapti juga menekankan pentingnya diversifikasi produksi pangan. “Kita harus memiliki berbagai macam produk pangan yang dapat mengganti produk lain jika ada gangguan dalam suplai,” kata Ninasapti. Dengan demikian, masyarakat tidak akan terpengaruh oleh keterbatasan dalam supply chain.

Pemerintah juga telah mengambil langkah untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Mereka telah memberikan bantuan kepada petani dan pengusaha agroindustri agar mereka dapat meningkatkan produksi pangan. “Kita berharap dengan bantuan ini, kita dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor,” kata seorang perwakilan Pemerintah.

Dalam rangka menghadapi inflasi 2026, Ninasapti menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam penggunaan dana. “Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan dana mereka, sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan harga pangan,” kata Ninasapti.

#Inflasi2026 #ProduksiPangan #Konsistensi #Economis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *