______________________________________________________
Dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Rabu (15/02), Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka untuk lalu lintas laut internasional sesuai dengan aturan dan kebijakan Iran. Komentar ini datang setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara baru terhadap fasilitas militer Iran.
Qalibaf dalam keterangan tersebut mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan AS menyerang wilayahnya tanpa balasan. Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap komited untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Selat Hormuz, yang memiliki peranan penting dalam lalu lintas laut dunia.
Menurut Qalibaf, Iran telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan dan pertahanannya setelah AS meluncurkan serangan terhadap fasilitas militer Iran pada Jumat (10/02). Serangan itu memicu reaksi keras dari pemerintah Iran, yang menganggap tindakan AS sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas regional.
Dalam keterangan tersebut, Qalibaf juga menegaskan bahwa Iran akan terus berjuang untuk menjaga kepentingannya dan hak-haknya di Selat Hormuz. Ia juga menghimbau agar AS harus mencari cara lain untuk memecahkan masalah diplomatik yang sedang timbul di antara keduanya, bukan melalui serangan militer.
Qalibaf’s pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tetap komited untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Selat Hormuz, meskipun AS telah meluncurkan serangan terhadap wilayahnya. Pernyataan ini juga menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan AS menyerang wilayahnya tanpa balasan.
#Iran #SelatHormuz #AS