2
Pemerintah Iran telah membatalkan rencana pembukaan Selat Hormuz, yang direncanakan sebagai tindakan kontra-AS setelah Washington menolak untuk mencabut blokade. Keputusan ini diambil setelah AS menolak untuk meluruskan posisinya dan mengakhiri embargo terhadap Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara dua negara tersebut telah memburuk akibat perselisihan tentang nuklir.
Selain itu, Iran juga memberlakukan pembatasan ketat pada lalu lintas kapal tanker yang melakukan perjalanan melalui Selat Hormuz. Hal ini dikarenakan kesadaran bahwa AS akan terus mengawasi gerakan kapal-kapal tanker tersebut. IRGC (Revolutionary Guard Corps), unit militer Iran, juga ditugaskan untuk menyerang kapal tanker yang tidak patuh dengan peraturan baru.
Pembukaan Selat Hormuz awalnya direncanakan sebagai tindakan kontra-AS setelah Washington memblokade ekspor minyak Iran. Blokade ini telah menyebabkan kekurangan energi dan meningkatkan biaya hidup bagi masyarakat Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah berusaha untuk mencari cara lain untuk mengimbangi blokade AS, seperti dengan mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan produksi minyak domestik.
Tindakan keras Pemerintah Iran ini juga bertujuan untuk mempertahankan kepentingan nasional. Dengan demikian, Iran berharap dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dan menghadapi ancaman dari AS. Namun, tindakan ini juga dapat mempengaruhi ekonomi global dan meningkatkan konflik dengan barat.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan antara AS dan Iran telah memburuk akibat perselisihan tentang nuklir. AS menolak untuk mencabut blokade dan Iran berusaha untuk mengembangkan program nuklirnya sendiri. Kini, situasi menjadi lebih sensitif setelah Pemerintah Iran membatalkan rencana pembukaan Selat Hormuz.
#Iran #HormuzStrait #US-IranTensions