Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut isu nuklir Iran sebagai prioritas utama, mengalahkan ancaman depresi global. Komentar tersebut disampaikan oleh Trump pada Senin (22/6) dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin politik dan diplomatik.
Isu nuklir Iran telah menjadi fokus utama dalam diplomasi internasional selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS telah menuduh Iran memiliki ambisi untuk memperoleh senjata nuklir, yang dapat membahayakan stabilitas regional dan keamanan dunia. Trump sendiri telah menuduh Iran sebagai “pembuat ketakutan” dan “pembohong”.
Mencegah Iran dalam memperoleh senjata nuklir menjadi tujuan utama AS, katanya. Trump juga mengkritik kesepakatan Trans-Pacific Partnership (TPP) yang sebelumnya dirancang untuk mempromosikan perdagangan bebas di wilayah Pasifik. Kritikannya berfokus pada bagaimana kesepakatan tersebut dapat membahayakan kepentingan AS dan meningkatkan ketimpahan Iran.
Sejak Trump menjadi Presiden, hubungan antara AS dengan Iran telah memburuk. Pada bulan Mei lalu, AS menuduh Iran sebagai “pembuat ketakutan” setelah mengumumkan bahwa Iran telah melakukan serangkaian tes roket yang tidak sesuai dengan perjanjian internasional.
Menghadapi tekanan ekonomi global dan depresi, Trump juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan kepentingan AS di dunia. Ia mengatakan bahwa ancaman depresi global harus diatasi, tetapi hal tersebut tidak lebih penting daripada mencegah Iran dalam memperoleh senjata nuklir.
Tindakan Trump menandai awal dari era yang penuh dengan tekanan dan ketegangan antara AS dengan Iran. Pemerintahan Iran sendiri telah mengkritik tindakannya dan menyebut bahwa AS ingin mengganggu stabilitas regional.
#Nuklir #Iran #AS #Politik